post

WebGIS Desa Parangtritis

Sistem Informasi Geografis  memiliki peran penting dalam kebijakan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Penyebaran data spasial dahulu hanya dalam bentuk peta analog yaitu peta cetak yang penyebarannya terbatas. Perkembangan teknologi memberikan peluang yang besar dalam penyebaran informasi data spasial yang dikemas dalam WebGIS. WebGIS menjadi generasi baru dalam presentasi dan penyebaran informasi spasial. WebGIS dapat diakses diamanpun, oleh siapapun dan kapanpun melalui jaringan internet.

Perkembangan WebGIS memberi wadah baru bagi penyebaran informasi spasial dan salah satu produk data spasial adalah Peta Desa Parangtritis. WebGIS Peta Desa Parangtritis merupakan aplikasi antar muka yang berisi informasi spasial Desa Parangtritis. Informasi tersebut diantaranya adalah data Monografi Penduduk, Data Kepemilikan Rumah, Data Penggunaan Lahan dan data lainnya.

WebGIS Desa Parangtritis berperan dalam publikasi informasi spasial kaitannya dengan kebijakan pemerintah dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Klik disini untuk mengunjungi WebGIS Desa Parangtritis

DKP Bantul Berencana Pasang Running Text di TPI

kapal-nelayan_20160524_204141Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul berencana memasang papan runing textdienam Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang tersebar di Pantai Selatan. Di antaranya yakni di TPI Mancingan Pantai Parangtritis, TPI Pantai Depok, TPI Pantai Samas, TPI Pantai Gua Cemara, TPI Pantai Kuwaru, dan TPI Pantai Pandansimo.

Menurut Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap DKP Kabupaten Bantul, Yus Warseno beberapa waktu lalu, pemasangan papan runing text di sejumlah TPI di Bantul nantinya berfungsi sebagai papan informasi. Terutama informasi cuaca yang diupdate dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sehingga para nelayan

Read More

Gelombang Tinggi Warnai Perayaan Peh Cun di Parangtritis

ritual-peh-cun_20160609_140937Gelombang tinggi mewarnai rangkaian perayaan Peh Cun di Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, Kamis (9/6/2016). Meski demikian, acara ini tetap berlangsung dengan lancar dan khidmat.

Dalam perayaan Peh Cun sejumlah wisatawan dan umat berlarian saat air laut membasahi tempat untuk mendirikan telur. Selain itu, salah satu pintu sesaji yang terbuat dari daun kelapa juga ambruk terkena air pasang.

“Memang dalam perayaan Peh Cun tahun ini yang berbeda adalah fenomena gelombang tinggi. Ini tidak bisa dihindari karena memang fenomena alam,” kata Wakil Ketua Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC), siang ini.

Read More