Mata pencaharian penduduk di Desa Parangtritis meliputi sektor pertanian, perikanan, peternakan, industri, pariwisata, perdagangan, transportasi dan jasa. Pada sektor pertanian, komoditas tanaman petani parangtritis antara lain padi, cabai, bawang merah dan tanaman palawija. Kegiatan di sektor perikanan antara lain budidaya ikan tawar, tambak udang, nelayan dan pengolahan ikan. Sektor peternakan menjadi salah satu komponen aktivitas ekonomi masyarakat Parangtritis, rata-rata setiap keluarga memiliki salah satu hewan ternak baik sejenis unggas, kambing maupun sapi. Pada sektor industri tergolong pada industri kecil. Industri kecil yang ada di Desa Parangtritis antara lain industri tahu, tempe, telur asin, kerajinan bambu, batako, alat sandboarding, serabi, hasil olahan laut, keripik pisang, kacang mete, kerajinan bonsai, kerajinan batu alam dan handicraft.

Bidang sektor pariwisata semakin berkembang. Desa Parangtritis mempunyai banyak tempat wisata yaitu Parangtritis Geomaritime Science Park/Museum Gumuk Pasir, Kawasan Kuliner Pantai Depok, Pantai Parangtritis, Pantai Cemara Sewu, Pantai Pelangi, Laguna Depok, wisata budaya Cepuri Parangkusuma, pemandian air panas Parang Wedang, wisata religi seperti Makam Syeh Bela-Belu dan Makam Syekh Maulana Maghribi, Goa Panepen, Gardu Action, Kampung Edukasi Watu Lumbung dan Gumuk Pasir Parangkusuma. Sektor pariwisata tidak terlepas dari sektor perdagangan dan jasa. Ketiga sektor ini saling mendukung untuk menciptakan tujuan wisata yang diminati oleh wisatawan. Beberapa contoh kegiatan masyarakat di bidang jasa pariwisata adalah penyewaan ATV di Pantai Depok dan Pantai Parangtritis, penyewaan alat sandboarding di gumuk pasir, jasa penginapan, jasa makanan, minuman dan jasa transportasi.

Penduduk usia kerja di Desa Parangtritis rentan usia 20-56 tahun. Berdasarkan kondisi kesejahteraan masyarakat, Desa Parangtritis tergolong berada pada kondisi baik. Hal tersebut dapat ditinjau dari mulai berkembangnya perekonomian di semua sektor dan terbukanya lapangan pekerjaan terutama di sektor pariwisata baik untuk masyarakat parangtritis sendiri maupun masyarakat dari daerah lainnya.

Kondisi sektor perekonomian lain dapat terlihat dari jumlah penduduk miskin. Jumlah penduduk pra-sejahtera yang tercatat mendapatkan bantuan Keluarga Miskin (Gakin) kurang lebih berjumlah 700 Kepala Keluarga (KK). Jumlah keluarga yang sebenarnya layak mendapatkan bantuan Gakin berkisar 300 KK saja, selebihnya tidak layak karena sudah mampu memenuhi kebutuhan primer hingga tersier. Salah satu bantuan pemerintah desa terhadap Gakin adalah pemberian secara bergilir kambing yang diberikan pada tiap KK Gakin. Bantuan desa lainnya berupa tanah kas desa yang diberikan ke pihak dusun untuk dijual kepada warga yang tidak memiliki sawah. Tanah kas tersebut dijual setengah harga pasar, tetapi kebijakan ini tidak berjalan optimal karena tanahnya kurang mencukupi.

Bantuan pemerintah terhadap desa yang diberikan berupa alokasi dana, retribusi, dan PAD (Pendapatan Asli Desa) yang sudah ditetapkan. Bantuan tersebut digunakan untuk tunjangan staf kelurahan dan dana pembangunan desa maupun dusun. Bantuan yang diberikan jangka waktu setahun kurang lebih sebesar 2,8 millyar rupiah. Dari angka total tersebut sekitar 400 juta rupiah digunakan untuk tunjangan penghasilan staff pemerintah.