Pembangunan jembatan kretek pada tahun 1989 merupakan awal dari perkembangan Desa Parangtritis. Kondisi infrastruktur jalan semakin dikembangkan. Infrastruktur jalan dapat dikatakan layak. Infrastruktur jalan desa hampir 90% sudah diaspal, sedangkan jalan lingkungan masing-masing dusun mulai dilakukan perbaikan.

 Infrastruktur irigasi Desa Parangtritis belum cukup baik. Kondisi ini berpengaruh pada hasil produksi pertanian yang menggunakan sistem irigasi tadah hujan. Pada musim kemarau petani sulit mendapatkan air, sedangkan pada musim penghujan sering terjadi banjir di area persawahan karena saluran pembuangan yang belum optimal.

Infrastruktur di bidang transportasi di Desa Parangtritis adalah terminal. Desa Parangtritis mempunyai 2 terminal yang berada di Dusun Mancingan. Kedua terminal ini biasa disebut dengan nama terminal lama dan terminal baru parangtritis. Terminal lama difungsikan dengan baik untuk keperluan menurunkan dan menaikkan penumpang jalur Jogja-Parangtritis, sedangkan terminal baru sebagai tempat pemberhentian bus pariwisata.

Kondisi sarana komunikasi, internet maupun jaringan telepon sudah terjangkau oleh penduduk Desa Parangtritis. Desa Parangtritis mengelola sarana komunikasi dan jaringan listrik dengan baik didukung dengan adanya menara telekomunikasi sebanyak 7 buah dan Kantor PLN berada di wilayah Parangtritis.

Di bidang olahraga, sarana olahraga yang dimiliki Desa Parangtritis berupa lapangan voli, lapangan basket, lapangan badminton, dan lapangan sepak bola. Kelengkapan sarana olahraga dirasa belum maksimal, karena hanya sedikit yang memanfaatkan. Setiap dusun telah memiliki balai dusun, meskipun beberapa masih dalam proses penyempurnaan. Target pada tahun 2016-2017 tiap dusun sudah memiliki balai dusun yang layak.