Tanah adalah tubuh alam gembur yang menyelimuti permukaan bumi dengan berbagai sifat dan perwatakannya yang khas dalam proses pembentukan, keterdapatan, dinamika dari waktu ke waktu, serta manfaatnya bagi kehidupan manusia. Sifat dan karakteristik tanah merupakan hasil dari proses pembentukan tanah yang bekerja pada bahan induk tanah. Pemanfaatan tanah harus dilakukan secara lestari agar memberikan hasil yang optimal (Sartohadi et al., 2012).

Berdasarkan Peta Tanah Subgrup Lembar Yogyakarta, jenis tanah di Desa Parangtritis terdiri dari Lithic Ustorthents, Typic Torriorthents, Typic Ustipsamments, Typic Hapluderts, dan Typic Haplustalfs (Malawani, 2014). Lithic Ustorthens, Typic Troporthens, dan Typic Ustipsamment masuk dalam ordo Entisols yaitu tanah yang belum berkembang. Entisols merupakan tanah yang belum berkembang dan tingkat kesuburannya ditentukan oleh bahan induk tanah. Bahan induk abu vulkan dan atau endapan sungai yang berukuran halus memiliki potensi kesuburan yang tinggi (Sartohadi et al., 2012).

Lithic Ustorthents merupakan jenis tanah yang tidak berkembang karena sebab tertentu dan memiliki kontak litik di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral. Typic Torriorthents merupakan tanah yang memiliki regim kelembaban aridik. Typic Ustipsamment merupakan tanah yang bertekstur pasiran dan memiliki regim kelembaban ustik (Soil Survey Staff, 2010).

Typic Hapluderts memiliki ordo Vertisols. Vertisols adalah jenis tanah yang memiliki lapisan setebal >25 cm dengan bidang gelincir (slickensides) dengan sudut 10-60ᵒ terhadap horisontal pada kedalaman >60 cm dari permukaan tanah, mempunyai kandungan lempung>30%, dan mengalami retak-retak secara periodik. Vertisols di Indonesia berkembang pada bahan induk tanah yang berasal dari batuan vulkanik menengah, tuff, batuan facies laut, aluvium/koluvium, dan terletak pada relief yang datar (Sartohadi et al., 2012). Typic Hapluderts merupakan jenis tanah yang memiliki regim kelembaban udik (Soil Survey Staff, 2010).

Typic Haplustalfs merupakan jenis tanah berordo Alfisols. Alfisols merupakan tanah yang memiliki kejenuhan basa sedang hingga tinggi (KB >35%). Alfisols kebanyakan berasal dari bahan induk vulkanis dan terletak di bawah kondisi iklim tropik basah. Jika tersedia cukup air, Alfisols berpotensi diusahakan untuk tanaman padi, tebu, palawija, dan buah-buahan secara intensif (Sartohadi et al., 2012). Typic Haplustalfs merupakan jenis tanah berordo Alfisols yang memiliki regim kelembaban ustik (Soil Survey Staff, 2010).